Total Pageviews

Thursday, 27 August 2015

JANGAN SALAHKAN KODOK....
Pagi menjelang siang dapat cerita lagi betapa ruwetnya birokrasi di sebuah kantor pelayanan masyarakat.
Beliau yang seorang pendidik di sebuah perguruan tinggi negeri di sebuah kabupaten menyayangkan sikap birokrat yang tidak transparant. Mungkin klo orang awam yang gak mw ribet sama persoalan2 seperti ini gak ambil pusing lah, ngurus surat perijinan, dikasih tau biayanya segini segitu trus bayar beres dah.
Kebetulan yang ngurus orang yang menurut pendapat saya sih orang yang gak mw asal terima gitu aja biayanya berapa tanpa ada perincian biaya sesuai dengan peraturan yang berlaku, beliaunya ini cerita klo udah minta perincian biaya resmi tapi gak dikasih, bukan masalah besar kecilnya kata beliau, tapi ini urusan keterbukaan dan amanah yang harusnya dipunyai oleh seorang birokrat yang selalu mengedepankan slogan "PELAYANAN MASYARAKAT" yang terbuka, responsible, dan mengikuti perkembangan jaman.
Bahkan beliau ini mw protes klo sampai biaya perijinan ini sistemnya gak terbuka. Menurut saya wajar klo beliau gak puas, seorang pendidik yang tentu saja bisa mikir dan heran dengan pelayanan seperti ini, merasa dikadalin katanya...
Menurut saya kembali lagi ke masalah hati, di sebuah birokrasi tapi masih ada segelintir orang yg masih takut adzab Allah,yang membuat mereka selalu berhati2 akan setiap tindakan dan sikap yg nantinya akan dipertanggungjawabkan kepada Allah ditengah derasnya tekanan yang bisa membuat keberadaan itu menjadi maju kena mundur kena, yang takut harta apa yang dibawa pulang untuk anak dan keluarga di rumah.
Alhamdulillah masih ada orang yang seperti beliau yang menurut saya sudah berusaha untuk amar ma'ruf nahi munkar yg mungkin masih dalam skala kecil, gak asal bapak senang aja, tapi tidak mau tahu darimana dan bagaimana proses mencari keberkahan....(menjelang sholat jumat)

Thursday, 11 December 2014

TAUSIYAH DI USIA 40 TAHUN MILADKU.....(note2self)


Didalam Al-Quran ada menyentuh tentang usia ini. Tentu ada yang sangat penting, perlu diperhatikan dan diambil serius akan perkara ini. Allah swt. berfirman,

حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ
لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

"Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa, “Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang soleh yang engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (al-Ahqaf: 15)
Usia 40 tahun disebut dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa .
Doa yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun ke atas. Di dalamnya terkandung uraian yang jelas bahwa mereka; telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmoni, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah
Pada ayat yang lain, firman Allah;

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُ

Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam waktu yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? (al-Fathir: 37)
Menurut Ibnu Abbas, Hasan al-Bashri, al-Kalbi, Wahab bin Munabbih, dan Masruq, yang dimaksud dengan “umur panjang dalam waktu yang cukup untuk berfikir” dalam ayat tersebut tidak lain adalah ketika berusia 40 tahun.
Menurut Ibn Kathir, ayat ini memberikan petunjuk bahawa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbaharui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh2.
Apabila itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janjiNya dalam ayat selepas itu (maksudnya) kematangan.
Usia 40 tahun adalah usia matang untuk kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, memperdalam hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahiliyahan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan waspada dan hati hati. Maka tidak heran tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi s.a.w, seperti yang disebut oleh Ibn ‘Abbas:
“Dibangkitkan Rasulullah s.a.w pada usia 40 tahun” (riwayat al-Bukhari).
Nabi Muhammad saw. diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi2 yang lain, kecuali Nabi Isa as. dan Nabi Yahya as.
Banyak negara menetapkan untuk menduduki jabatan2 elit seperti ketua negara, disyaratkan bakal calon harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat sendiri mengakui prestasi seseorang mantap tatkala orang itu telah berusia 40 tahun. Soekarno menjadi presiden pada usia 44 tahun. Soeharto menjadi presiden pada umur 46 tahun. J.F. Kennedy 44 tahun. Bill Clinton 46 tahun. Paul Keating 47 tahun. Sementara Tony Blair 44 tahun.
Mengapa umur 40 tahun begitu penting.
Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) periode, yaitu :
1. Kanak-kanak ( sejak lahir hingga akil baligh )
2. Muda atau syabab ( sejak akil baligh hingga 40 tahun )
3. Dewasa ( 40 tahun hingga 60 tahun )
4. Tua atau syaikhukhah ( 60 tahun hingga mati )
Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa penuh. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agama sedangkan semasa mudanya jauh sekali dengan agama. Seolah-olah macam satu fitrah di usia ini ramai yang mula menutup aurat dan mendekati kuliah-kuliah agama.
Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah saw.,

لعَبْدُ الْمُسْلِمُ إِذَا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً خَفَّفَ اللهُ تَعَالَى حِسَابَهُ ، وَإِذَا بَلَغَ سِتِّيْنَ سَنَةً رَزَقَهُ اللهُ تَعَالَى الْإِنَابَةَ إِلَيْهِ ، وَإِذَا بَلَغَ سَبْعِيْنَ سَنَةً أَحَبَّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، وَإِذَا بَلَغَ ثَمَانِيْنَ سَنَةً ثَبَّتَ اللهُ تَعَالَى حَسَنَاتِهِ وَمَحَا سَيِّئَاتِهِ ، وَإِذَا بَلَغَ تِسْعِيْنَ سَنَةً غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ 
وَشَفَّعَهُ اللهُ تَعَالَى فِى أَهْلِ بَيْتِهِ ، وَكَتَبَ فِى السَّمَاءِ أَسِيْرَ اللهِ فِى أَرْضِهِ – رواه الإمام أحمد

"Seorang hamba muslim bila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). Jika usianya mencapai 60 tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa kemampuan kembali (bertaubat) kepadaNya. Bila usianya mencapai 70 tahun, para penduduk langit (malaikat) akan mencintainya. Jika usianya mencapai 80 tahun, Allah akan menetapkan amal kebaikannya dan menghapus amal keburukannya. Dan bila usianya mencapai 90 puluh tahun, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang dahulu, Allah juga akan memberikan pertolongan kepada anggota keluarganya, serta Allah akan mencatatnya sebagai tawanan Allah di bumi. (riwayat Ahmad)
Hadis ini menyebut usia 40 tahun paling awal memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah swt. sekaligus konsisten terhadap Islam, maka Allah swt. akan meringankan hisabnya. Orang yang usianya mencapai 40 tahun mendapatkan keistimewaan berupa hisabnya diringankan. Tetapi umur 40 tahun merupakan saat harus berhati2 juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk senja. Abdullah bin Abbas ra. dalam suatu riwayat berkata, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantap dan tidak dpt mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”
Imam asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, jawab beliau, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa2 syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara’ lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah.”
Lantas, apa yang harus kita lakukan menginjak usia 40 tahun?
1. Meneguhkan tujuan hidup
2. Meningkatkan daya spiritual
3. Menjadikan uban sebagai peringatan
4. Memperbanyak bersyukur
5. Menjaga makan dan tidur
6. Menjaga istiqamah dalam ibadah.
Jika ada yang mengatakan bahwa: Life began at forty, saya cenderung berpendapat kehidupan yang dimaksudkan ialah kehidupan terarah kepada mendekatkan diri kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Tetapi satu perkara yang kita harus senantiasa sadar bahwa kematian memanggil kita tiba tiba tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa melihat usia. Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk baru memulai kehidupan yang dimaksudkan di atas, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika umur kita tidak panjang.

Istiqomahkan kami ya Allah.....

Sunday, 20 July 2014

HATI HATI DENGAN BERKATA KATA

kadang kadang tanpa kita sadari sengaja ataupun tidak cerita yang menyenangkan bagi kita bisa jadi bikin orang yang mendengar merasa sangat sedih atau merasa direndahkan, karena ada terselip rasa sombong saat kita cerita meskipun  kadang tidak ada maksud apa2. Apalagi yang sengaja ya, misalnya gak mau kalah sama orang lain, atau yang merasa deket dengan penguasa atau atasan dengan maksud untuk menyombongkan diri dan ngomong atau bertindak seenaknya.
Hati hati deh,karena salah satu doa yang pasti dikabulkan sama Allah tanpa hisab adalah doa orang2 yang merasa teraniaya dan terzholimi..
ya Allah ampuni dosa2 kami jika banyak kata dan perbuatan kami yang menyakiti dam menzholimi hati orang lain,karena kami bukan makhluk yang sempurna......naudzubillah min dzalik

Tuesday, 25 June 2013

NGAPAIN SIH IKUT KAJIAN PEKANAN?

Masih inget bener waktu suami nawari 'bun ikut liqo ya?....apaan itu yah?...mengkaji isi hadist dan alquran buat nambah ilmu,biar bisa jawab nanti klo ditanya sama anaknya....ngapain aja disitu? malu nih belum lancar baca alqurannya,gak ngeh (sambil mbayangin yg nggak - nggak) gimana orang2nya,obrolannya (belum2 udah minder nih)...coba dulu aja,ntar klo gak nyaman ya terserah bunda.....iya wes tak coba dulu.
Bulan Januari tahun 2005 awal saya ikut kajian pekanan atau keluarga suami nyebutnya liqo, waktu itu murabbi pertamaku teh ida orang sunda dan teman2 yang kebanyakan masih mahasiswa ternyata mereka baik2 banget,ramah dan enak diajak ngobrol....langsung jatuh cinta...ilmunya bener2 bermanfaat dari yang gak tau sama sekali akhirnya jadi tau, pas klo dibuat penawar hati yang sedang gundah gulana.
Tiap pulang liqo selalu ada ilmu baru, cerita baru, dan pengalaman baru dan yang selalu saya ceritakan ke suami.....hikmahnya saya jadi lebih sabar dan tawakal, dimana aja bahkan di kantor pun dengan karakter orang yang heterogen bisa menjadikan saya belajar untuk ikhlas dalam menghadapi setiap masalah,selalu mikir panjang klo mw melakukan sesuatu, alhamdulillah.
Disini ternyata gak cuma ilmu agama aja yang diajarin tp gimana cara menerapkan ilmu agama tadi dalam kehidupan sehari2, dalam bekerja, dalam hidup bersosial dan terutama dalam urusan2 negara, bahkan dalam trending topic pun masuk....
Bener kata pepatah 'tak kenal maka tak sayang' sudah empat murabbi yang membimbing saya dari teh ida rolling ke mbak nur terus ke teh ida lagi...ganti ke mbak atik rolling lagi ke mbak heni....semoga Allah selalu memberkahi mereka...aamiin. Sekarang klo gak datang liqo rasanya rugi banget gitu...temen liqo yang selalu saling ngasih semangat buat sholat dhuha, qiyamul lail, setoran hapalan quran (klo ini kalah sama anak saya yang lebih banyak hapalannya he he), puasa sunah, silahturahmi sampe sharing dari baca2 buku yang bermanfaat.....bener2  kerja dan cinta yang melahirkan harmoni
Jadi apa mesti ditakutkan dalam hidup ini? setiap masalah yakin pasti ada jalan keluarnya, ada Allah yang selalu menolong dan melindungi...takut hanya kepada Allah....Allahuakbar 
Ya Allah selalu kuatkan iman kami dan selalu tanamkan hidayah ini di hati kami...aamiin

Tuesday, 14 May 2013

::Berapa Lama Waktu yang Kubutuhkan untuk Menghafal al-Qur’an?



Mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghafal al-Qur’an akan sangat membantu mengatur waktu. Berikut durasi waktu yang dibutuhkan dalam hal ini.
Jika tertulis:
1 ayat—>17 7 9
Maka ini bermakna:
Jika anda menghafal 1 ayat per hari maka untuk menghafal 30 juz dibutuhkan waktu:
17 tahun
7 bulan
9 hari.

1 ayat—> 17 7 9
2 ayat—> 8 9 19
3 ayat—> 5 10 13
4 ayat—> 4 4 24
5 ayat—> 3 6 7
6 ayat—> 2 11 4
7 ayat—> 2 6 3
8 ayat—> 2 2 12
9 ayat—> 1 11 12
10 ayat—> 1 9 3
11 ayat—> 1 7 6
12 ayat—> 1 5 15
13 ayat—> 1 4 6
14 ayat—> 1 3 0
15 ayat—> 1 2 1
16 ayat—> 1 1 6
17 ayat—> 1 0 10
18 ayat—> 0 11 19
19 ayat—> 0 11 1
20 ayat—> 0 10 16
1 halaman—> 1 8 12
2 halaman ayat—> 0 10 6
 
Kami kutip dari buku Kurikulum Pendidikan Anak Muslim yang disusun oleh syaikh Fuhaim Musthafa, hal 127-128, penerbit Pustaka Elba, Surabaya, 2009
                                      

Friday, 19 April 2013

PEREMPUAN CERDAS



"Jangan kita salah kaprah mengartikan emansipasi karena misi Ibu Kartini, perempuan tetap menjadi ibu dan menjadi mahkota di dalam rumahnya,"

~ Neno Warisman bicara tentang perempuan cerdas ~

Martapura, Kalimantan Selatan (ANTARA News) - Neno Warisman, penyanyi dan bintang film era 1980-an yang kini aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan, berbicara tentang perempuan-perempuan cerdas di hadapan para ibu di Martapura, Ibu Kota Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Mengenakan baju warna ungu muda dan jilbab ungu tua, perempuan bernama lengkap Titi Widoretno Warisman itu bercerita tentang semangat Kartini, salah satu perempuan Indonesia yang dia nilai cerdas.
"Banyak teladan yang bisa dipetik dari kehidupan Ibu Kartini, yang bisa diwujudkan dalam kehidupan sekarang, tetapi jangan salah mengartikan," kata perempuan yang lahir di Banyuwangi pada 21 Juni 1964 itu.
Ia mengaku sedih, emansipasi yang diperjuangkan Kartini telah salah diartikan oleh sebagian perempuan, membuat mereka berlomba mengejar peran di sektor publik dan meninggalkan keluarga.
"Hal ini pasti membuat Ibu Kartini menangis," kata wanita peraih penghargaan Inspiring Woman PKS Award 2008 ini
"Saya cuma ingin mengatakan, jangan melemparkan ini sebagai misi Kartini. Jangan kita salah kaprah mengartikan emansipasi karena misi Ibu Kartini, perempuan tetap menjadi ibu dan menjadi mahkota di dalam rumahnya," katanya.
Perempuan yang pernah kuliah di Fakultas Sastra Perancis Universitas Indonesia itu juga mengatakan perempuan-perempuan yang cerdas merupakan salah satu kunci percepatan pembangunan suatu daerah.
"Dari lubuk hati saya selalu berharap dan berdoa, Ya Allah lahirkan lebih banyak lagi perempuan yang cerdas dan berhati nurani, karena perempuan demikian mempercepat kemajuan dan pembangunan," kata Neno Warisman.
(Antara)

Wednesday, 20 March 2013

9 Manfaat Tidur Miring Ke Kanan



HENDAKNYA mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710). Salah satu adab tidur adalah di anjurkan untuk miring ke kanan, dan di balik sunnah Nabi ini ternyata banyak sekali hikmah dan manfaat yang bisa kita ambil dari sisi kesehatan. Berikut Manfaat Tidur Menghadap Ke Sebelah Kanan menurut Penjelasan Medis.
1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri.
Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi dua bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya kita menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang dan lainnya. Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktifitas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam. Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak, asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang beresiko terkena stroke, maka yang beresiko adalah otak bagian kanan, dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).
2. Mengurangi beban jantung.
Posisi tidur kesebelah kanan yang rata, memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan (bawah). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur. Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang lebih condong berada di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sisi kiri menyebabkan curah jantung yang berlebihan, karena darah yang masuk ke atrium juga banyak yang disebabkan karena paru-paru kanan berada di atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapatkan pasokan darah yang lebih banyak dari paru-paru kiri.
3. Mengistirahatkan lambung.
Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah kanan bawah. Jika seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran chime ( makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung ) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung. Hambatan ini pada akhirnya akan meningkatkan akumulasi asam yang akan menyebabkan erosi dinding lambung. Posisi ini juga akan menyebabkan cairan usus yang bersifat basa bias masuk balik menuju lambung dengan akibat erosi dinding lambung dekat pylorus.
4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu dan pankreas.
Adanya aliran chime yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pancreas juga akan meningkat dengan posisi mirin ke kanan.
5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi.
Saat tidur pergerakan usus menigkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makan yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada dibawah. Waktu yang lamam selamat tidur memungkinkan penyerapan bias optimal.
6. Merangsang buang air besar (BAB).
Dengan tidur miring ke sebelah kanan, proses pengisian usus besar sigmoid (sebelum anus) akan lebih cepat penuh. Jika sudah penuh, akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air besar.
7. Mengisitirahatkan kaki kiri.
Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktifitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalagi kaki menempati posisi paling bawah. Dan aliran darah di kaki untuk kembali cenderung lebih lambat. Jika tidur miring kanan, maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang
8. Menjaga kesehatan paru-paru.
Paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan dengan paru-paru kanan. Jika tidur miring ke sebelah kanan, jantung akan condong ke sebelah kanan. Hal ini tidak menjadi masalah karena paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika bertumpu pada sebelah kiri, jantung akan menekan paru-paru kiri yang berukuran kecil, tentu ini sangat tidak baik
9. Menjaga saluran pernafasan.
Tidur miring mencegah jatuhnya lidah ke pangkal yang dapat mengganggu saluran pernafasan. Tidur dengan posisi telentang, mengakibatkan saluran pernafasan terhalang oleh lidah. Yang juga mengakibatkan seseorang mendengkur. Orang yang mendengkur saat tidur menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Bahkan terkadang dapat mengakibatkan terhentinya nafas untuk beberapa detik yang akan membangunkannya dari tidur. Orang tersebut biasanya akan bangun dengan keadaan pusing karena kurangnya oksigen yang masuk ke otak. Tentunya ini sangat mengganggu kualitas tidur.